Tinnitus atau Telinga Berdenging Pada Remaja

Saat ini ada cukup banyak remaja yang menyukai berada di sekitar lingkungan yang bising atau gaduh. Seperti bermain petasan, mendengarkan musik keras-keras, mengendarai sepeda motor dengan kencang, memodifikasi sepeda motornya agar memiliki suara knalpot yang bising, dan masih banyak lagi yang lainnya. Padahal sebenarnya perlu diketahui bahwa kegiatan tersebut akan sangat beresiko untuk pendengaran mereka.
Kegiatan-kegiatan yang menghasilkan suara yang keras/ bising tersebut menjadi faktor utama bagi para remaja untuk menderita tinnitus. Tinnitus adalah sebuah gejala dari kondisi ketidaknyamanan pada telinga atau iritasi yang terjadi di saraf pendengaran. Intensitas suara yang sangat keras inilah yang akan masuk ke dalam telinga. Suara keras yang masuk ke telinga Anda ini akan menjadikan suara yang berkesinambungan denngan frekuensi suara yang tidak pasti. Hal ini menyebabkan suara yang dihasilkanbisa menjadi suara yang lembut dan bisa juga menghasilkan suara yang keras.
Kebanyakan masalah tinnitus ini bersifat sementara, biasanya berlangsung sekitar kurang dari satu minggu. Jika tinnitus atau telinga berdenging tetap dirasakan, orangtua harus segera berkonsultasi dengan dokter yang akan memberikan penanganan dan pemeriksaan agar anak segera mendapat pertolongan. Karena masa depan para remaja dan anak-anak masih sangat panjang.

Masalah-masalah tinnitus biasanya disebabkan oleh tekanan suara yang keras dan singkat, seperti mendengarkan suara musik melalui iPod dengan volume yang terlalu keras, suara speaker konser rock yang super keras atau ketika mendengar suara tembakan atau ledakan. Tekanan dari suara yang terlalu keras ini akan menyebabkan gejala tinnitus yang semakin serius. Telinga akan menjadi lebih sensitif terhadap suara-suara yang keras, hal ini merupakan gejala timbulnya tinnitus.
Jika sudah mengalami tinnitus, para remaja akan kehilangan hari-harinya. Mereka tidak akan seaktif teman-temannya. Perkembangan mereka menjadi terganggu, karena pendengaran mereka terganggu. Bahkan, untuk mendapatkan komunikasi secara efektif saja sangatlah sulit. Bukan hanya itu saja, mereka akan cenderung lebih tertutup, tidak mau bersosialisasi dan tidak memiliki teman. Karena mereka pasti akan malu jika teman-temannya tahu.
Sumber lain yang menyebabkan tinnitus adalah pengonsumsian obat-obatan yang terlalu banyak dan melebihi dosis. Salah satunya adalah penggunaan aspirin atau nonsteroidal sebagai obat anti inflamasi, ibuprofen dan naproxen.
Bukan hanya itu saja, obat-obatan Acetaminaophen yang sebenarnya tidak akan menyebabkan tinnitus, tetapi jika konsumsinya terlalu banyak dapat menyebabkan tinnitus. Bukan hanya karena pengonsumsian obat saja yang bisa menyebabkan tinnitus, melainkan juga karena masalah kesehatan yang lainnya. Tinnitus juga dapat disebabkan karena adanya sebuah tumor yang ada di syaraf telinga, misalnya tumor yang terletak pada telinga dan otak atau juga jenis tumor otak yang berpotensi kanker.
Tinnitus yang meradang selama lebih dari satu bulan harus segera ditangani oleh dokter THT atau ahli pendengaran. Sebelumnya pendengaran harus diperiksa terlebih dahulu dan dibersihkan dengan hati-hati. Karena jika salah sedikit saja maka akan membuat telinga Anda malah menjadi terluka dan memperparah tinnitus yang Anda derita.
Untuk menjaga agar telinga selalu sehat, anak-anak remaja harus mengurangi paparan suara yang terlalu keras. Sebab pada beberapa level volume suara yang terlalu tinggi dapat menyebabkan tinnitus. Untuk melakukan tindakan pencegahan terjadinya tinnitus, Anda bisa menggunakan earplugs saat sedang menonton konser atau saat akan terpapar suara yang keras lainnya, dan jika suara masih terdengar menyakitkan di telinga karena volume yang terlalu keras, segera jauhi loudspeaker atau perangkat pengeras suara lainnya.
image : healthyhearing

One Comment on “Tinnitus atau Telinga Berdenging Pada Remaja”

  1. Pingback: FiverrEarn

Leave a Reply